Hubungan harmonis antara TNI dan rakyat adalah fondasi kekuatan bangsa. Hal ini ditekankan kembali oleh Jenderal Dudung Abdurachman. Dalam pesannya, beliau mengingatkan setiap prajurit tentang pentingnya kedekatan dengan rakyat. Prajurit adalah bagian dari rakyat, dan kehadiran mereka harus membawa manfaat. TNI adalah alat pertahanan negara yang berasal dari rakyat.
Jenderal Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa prajurit harus menjadi teladan. Sikap ramah, santun, dan responsif harus ditunjukkan dalam setiap interaksi. Tidak boleh ada arogansi atau sikap semena-mena. Prajurit harus menolong masyarakat yang membutuhkan, bukan sebaliknya. Kepercayaan rakyat adalah modal utama yang harus dijaga.
Hubungan baik ini, menurut Jenderal Dudung Abdurachman, tidak bisa dibangun hanya di atas kertas. Hubungan ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Prajurit harus aktif di tengah masyarakat. Misalnya, dengan membantu kerja bakti atau gotong royong. Kehadiran TNI harus dirasakan sebagai pelindung dan pengayom.
Melalui program-program teritorial, TNI membangun kedekatan. Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) adalah salah satu contohnya. Prajurit dan rakyat bekerja sama membangun fasilitas umum. Ini adalah wujud nyata dari kemanunggalan TNI-rakyat. Jenderal Dudung Abdurachman melihat ini sebagai cerminan jati diri TNI.
Pesan ini sangat relevan di tengah dinamika sosial. Era digital membawa tantangan baru, termasuk penyebaran informasi yang tidak benar. Jenderal Dudung Abdurachman meminta prajurit untuk bijak. Mereka harus menjadi agen kebenaran, bukan penyebar hoaks. Kemanunggalan harus dijaga di dunia nyata dan dunia maya.
Sikap prajurit yang dekat dengan rakyat akan mempermudah tugas. Informasi intelijen bisa didapat dari masyarakat. Keamanan di suatu wilayah akan lebih mudah dijaga. Jenderal Dudung menjelaskan bahwa rakyat adalah mata dan telinga TNI. Tanpa dukungan rakyat, tugas akan sulit terlaksana dengan baik.
Oleh karena itu, setiap prajurit wajib menjaga nama baik institusi. Satu tindakan buruk bisa merusak kepercayaan. Jenderal Dudung memberikan peringatan keras. Prajurit yang melanggar akan ditindak tegas. Ini adalah upaya untuk menjaga kehormatan TNI di mata rakyat. Tidak ada toleransi untuk pelanggaran.