Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, memberikan klarifikasi tegas terkait status operasi militer di Papua. Beliau meluruskan pemahaman yang beredar di masyarakat bahwa status siaga tempur yang diterapkan di wilayah tersebut bukanlah sebuah operasi militer, melainkan sebuah langkah terukur untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pengamanan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan. Penegasan ini disampaikan untuk menghindari interpretasi yang keliru dan memberikan informasi yang akurat kepada publik.
Dalam jumpa pers yang diadakan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada hari Sabtu, 27 April 2024, Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa penerapan status siaga tempur di Papua dilakukan sebagai respons terhadap dinamika situasi keamanan yang meningkat, terutama aktivitas kelompok bersenjata yang mengganggu stabilitas wilayah. “Ini bukan operasi militer. Ini adalah siaga tempur. Artinya, kami meningkatkan kesiapsiagaan dan merespons dengan cepat setiap potensi ancaman,” ujar Panglima TNI.
Panglima TNI juga menekankan perbedaan signifikan antara status siaga tempur dan operasi militer. Beliau menjelaskan bahwa operasi militer biasanya melibatkan pengerahan kekuatan militer dalam skala besar dengan tujuan mencapai target militer yang spesifik. Sementara itu, siaga tempur lebih fokus pada peningkatan kesiapan pasukan dan respons cepat terhadap ancaman yang mungkin timbul.
“Kami mengutamakan pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani situasi di Papua. Namun, kami juga harus siap menghadapi segala kemungkinan ancaman yang ada. Kami tidak ingin ada korban sipil dalam setiap tindakan yang kami lakukan,” tambah Jenderal Agus.
Menurut laporan dari Asisten Operasi Panglima TNI, Mayor Jenderal Tri Budi Utomo, yang turut hadir dalam jumpa pers tersebut, status siaga tempur ini melibatkan peningkatan patroli, pengawasan, dan kesiapan pasukan di wilayah-wilayah yang dianggap rawan. “Kami meningkatkan intensitas kegiatan pengamanan dan memastikan bahwa pasukan kami siap merespons setiap potensi ancaman dengan cepat dan efektif,” ungkap Mayjen Tri Budi Utomo.
Panglima TNI juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan di Papua. Beliau berharap agar masyarakat dapat memahami dan mendukung upaya TNI dalam menciptakan stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Dengan penjelasan ini diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman mengenai status siaga tempur yang bukan merupakan operasi militer.